ARABICA 300 Years of JAVA - Roasted Beans 200 g
Istilah "A Cup of Java" pertama kali muncul di daerah barat, hal ini membuat kopi Indonesia identik dengan Kopi jawa. Sejak 1696 Belanda mulai membawa biji kopi untuk di tanam di Batavia atau sekarang menjadi Jakarta, lalu berkembang ke seluruh wilayah. Akan tetapi, karena iklim di dataran rendah tidak cocok untuk kopi Arabika, maka, hanya sebagian Arabika di dataran tinggi bersuhu sejuk yang bebas dari hama penyakit. Cita rasa yang unik, aroma rempah-rempah yang khas, dan kekentalan yang sedang menjadi daya tarik dari kopi Jawa.
Estat kopi Jawa yang terbesar adalah di kaki gunung Ijen, peninggalan kolonial belanda pada abad ke-18 yang kini dikelola oleh PTPN XII, estate kopi diantaranya Jampit, Blawan, Pancoer dan Kayumas. Kini kopi Jawa generasi baru juga dibudidayakan di Jawa Tengah dataran tinggi Sindoro Sumbing dan Jawa Barat di Malabar, Pengalengan dan Garut yang memproduksi kopi Arabika dengan citarasa yang lebih baik dari sebelumnya.
Bicara soal cita rasa, kopi Jawa memiliki cita rasa yang unik. Citarasa kakao dan menjadikan kopi Jawa dinikmati karena memiliki karakteristik yang berbeda cukup netral. tidak begitu dominan.
- Sangrai segar dari roaster professional Eropa
- Masa kadaluwarsa 12 bulan dari tanggal produksi
- Direkomendasikan untuk dikonsumsi dalam 3 bulan untuk aroma dan rasa terbaik
- Dapat memilih bentuk biji atau bubuk, dapat di pilih ketika pemesanan
- Profil sangrai yang optimum, di mana aroma dan rasa yang terbaik, manis tertinggi, pahit terendah, dengan keasaman terkontrol
- Kualitas Spesialti, tanpa cacat mayor
Jaminan Mutu:
Jika dalam produk yang di belanja tidak sesuai dengan deskripsi kami, Anda dapat klaim untuk penggantian.
Semua produk Kopi Maharaja sudah memiliki izin edar BPOM RI. MD.
Nomor MD tertera di setiap etiket kemasan
Kualitas terjamin, higenis, dan mutu tinggi.
_________________________________________________
The term "A Cup of Java" first appeared in the west, this makes Indonesian coffee synonymous with Javanese coffee. Since 1696 the Dutch began bringing coffee to be planted in Batavia or now Jakarta, then expanded throughout the region. However, because the climate in the lowlands is not suitable for Arabica coffee, only parts of the Arabica in the highlands with mild temperatures are free from pests and diseases. The unique taste, distinctive aroma of spices, and thickness are the main attractions of Javanese coffee.
The largest Javanese coffee estate is at the foot of Mount Ijen, a legacy of Dutch colonialism in the 18th century which is now managed by PTPN XII, coffee estates including Jampit, Blawan, Pancoer and Kayumas. Now the new generation of Javanese coffee is cultivated in the highlands of Central Java, Sindoro Sumbing and West Java in Malabar, Pengalengan and Garut, which produce Arabica coffee with a better taste than before.
Talking about the taste, Javanese coffee has a unique taste. The spicy and subtle aroma makes Javanese coffee enjoyed because it has a different view
- Fresh Roast from our own roaster with European machine
- Expired 360 days from the production date
- Suggest to consume within 3 months for best aroma and taste
- Packed in high quality foil bag with degassing valve. tin tie included
- Available in whole beans or ground, you can choose when to order
- Optimum roast profile for maximum aroma and taste, sweetness, brown sugar/caramel is preserved while bitterness is in lowest state
- Specialty Grade Quality, zero major defect
Quality assurance:
If the product you are shopping for does not match our description, you can claim for a replacement.
All Maharaja Coffee products already have BPOM RI. MD.
The MD number is listed on each package tag.
Guaranteed quality, hygienic and high quality.